
Massa kampanye ketika tahun 2004 (pks-jaktim.or.id)
DAERAH Pemilihan (Dapil) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 dibagi menjadi tiga Dapil. Dapil DKI Jakarta I mencakup Kodya Jakarta Timur (Jaktim) dengan memperebutkan sekitar enam kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Dapil DKI Jakarta II mencakup wilayah Jakarta Pusat dan Luar Negeri serta Jakarta Selatan. Untuk Dapil ini diperebutkan sekitar tujuh kursi DPR RI.
Untuk Dapil DKI Jakarta III wilayahnya paling luas, yakni mencakup wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Untuk Dapil ini diperebutkan sekitar delapan kursi anggota DPR RI. Pertanyaan dan persoalannya partai manakah dan siapakah yang punya peluang paling besar untuk menangguk kursi dewan pada Pemilu mendatang?
DKI Jakarta adalah barometer politik nasional. Penduduknya yang multi etnis, keyakinan, dan agamanya yang beragam. Pengetahuan masyarakat Jakarta yang rata-rata lebih maju dibanding daerah lain. Dinamika masyarakatnya yang luar biasa dan sikap politiknya yang kerap berubah-ubah, semuanya seolah menjadi syarat tidak tertulis yang menjadikan daerah ini sebagai tolok ukur politik nasional.
Artinya, apa yang terjadi di Jakarta, dapat menjadi ukuran mengenai apa sebenarnya yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat Indonesia sekarang dan ke depan. Karena itu pula, partai-partai besar sering jungkir-balik di Dapil ini. Saling menang dan mengalahkan bukan barang baru, karena adanya sikap dan pandangan politik masyarakat DKI Jakarta yang kerap berubah-ubah.
Lebih dari itu, Jakarta adalah imej nasional. Karena itu semua partai politik peserta Pemilu 2009, tidak terkecuali ingin menampilkan citranya sebaik mungkin di hadapan publik atau konstituen. Tidak hanya partai-partai besar saja yang memajang nama-nama beken, namun partai-partai kecil pun tidak ketinggalan untuk pamer kekuatan alias unjuk gigi.
***
NAMA-nama besar dan beken yang muncul antara lain dari Partai Golkar, Ketua DPR RI yang juga pengurus teras partai berlambang pohon beringin, HR Agung Laksono ditempatkan di nomor urut 1 calon legislatif di Dapil Jakarta I. Masih di Dapil yang sama, PDIP menempatkan H Adang Ruchyatna Puradiredja dan Ketua PDIP Jakarta, Agung Iman Sumanto pada urutan nomor satu dan dua calon legislatif wilayah tersebut.
Akan halnya PPP menempatkan Dr H Arief Mudatsir Mandan, MSi di Dapil Jakarta I pada nomor urut 1 calon legislatif. Dari PKS yang menjadi partai pemenang Pemilu 2004 wilayah ini bersama Partai Demokrat, masing-masing memajang nama Ahmad Zainuddin, Lc (PKS) dan H Hayono Isman (Partai Demokrat). Ahmad Zainuddin diplot pada nomor urut satu dan mantan Menpora Hayono Isman pada nomor urut dua partai yang didirikan SBY. Siapa jago partai-partai kecil di wilayah ini?
Partai kecil pun tidak ketinggalan dalam meramaikan pertarungan politik di wilayah ini misalnya, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), partai yang didirikan dan dipimpin putri Pahlawan Revolusi Jenderal TNI (Purn) Ahmad Yani, yakni Amelia A Yani menempatkan nama-nama yang tidak asing lagi bagi publik Jakarta. Mereka adalah H Edi Waluyo dan satunya lagi mantan Ketua PDIP DKI Jakarta, Tarmidi Suharjo.
Partai Patriot juga tidak mau kalah gengsi. Partai yang embrionya dari organisasi Pemuda Pancasila tersebut memasang nama anak Ratu Dangdut Hj Elvi Sukesih, yakni Hj Fitria Elvi Sukesih pada nomor urut satu calon legislatif. Dan soal memajang artis, Partai Amanat Nasional (PAN) nasional pun sama. Partai pimpinan Sutrisno Bachir ini menempatkan nama H Mandra YS pada nomor urut dua calon legislatif di Dapil DKI Jakarta I.
***
DIBANDING Dapil DKI Jakarta I, Dapil Jakarta II dalam soal memajang nama-nama beken tidak seramai sebelumnya. Bahkan partai sebesar PDIP pun tidak terlalu menggeber nama-nama besar di Dapil ini. Hanya Partai Golkar, Partai Hanura, Gerindra, PPP, dan PAN saja yang menaruh nama-nama terkenal. Tidak tahu mengapa partai-partai sebesar PDIP maupun PKB tidak berani bertarung di wilayah ini, termasuk Partai Demokrat yang seolah-olah mau melepas saja peluang yang ada.
Nama beken atau terkenal yang muncul di Dapil ini dari Partai Golkar tercatat nama Dr Ritola Tasmaya yang ditempatkan di nomor urut satu calon legislatif. Kemudian peragawati kondang Hj Okky Asokawati dari PPP yang dipajang di nomor urut satu calon legislatif. Partai Amanat Nasional mempercayakan untuk duduk di nomor urut satu calon legislatif kepada Abdillah Toha.
Ada tiga partai baru yang mencoba mengadu nasib di Dapil DKI Jakarta II ini. Indikasinya, mereka sengaja menempatkan nama-nama terkenal dan pernah berkibar di partai sebelumnya, seperti Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang menempatkan Samuel Kotto pada nomor urut satu calon legislatif. Sementara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempatkan Halida Nuriah Hatta, putri almarhum Bung Hatta pada nomor urut satu calon legislatif.
Untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Bintang Reformasi (PBR), dan Partai Demokrat tidak memasang nama-nama besar di nomor urut satu, termasuk Partai Keadilan Sejahtera. Mereka lebih mempercayakan kepada muka-muka baru yang masih segar.
***
DAPIL DKI Jakarta III, riuhnya mirip Dapil DKI Jakarta I. Di sini juga muncul banyak nama beken. Misalnya nama-nama mantan menteri, Ketua DPRD, mantan calon gubernur dan mantan gubernur. Juga beberapa orang ketua partai dan tidak ketinggalan dari kalangan artis atau sutradara. Untuk PDIP di Dapil ini partai pimpinan Megawati Soekarnoputri memasang nama Drs Effendi MS Simbolon yang juga anggota DPR RI pada nomor urut satu calon legislatif.
Partai Golkar menampatkan nama HM Ade Supriyatna yang sekarang masih menjabat sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta sebagai nomor urut satu. Ade didampingi Yasril Ananta Baharuddin yang menempati nomor urut dua calon legislatif. Partai Bulan Bintang (PBB) memasang nama mantan Menteri Agama (Menag) Dr H Tarmidzi Taher untuk duduk di nomor urut satu calon legislatif. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menempatkan mantan calon Gubernur DKI Jakarta H Adang Daradjatun di nomor urut satu calon legislatif.
Partai kecil dan partai baru pun ramai-ramai mengusung nama besar, misalnya Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menempatkan nama mantan vokalis PPP H Jafar Bajeber di nomor urut satu calon legislatif. Partai Gerindra tidak mau kalah, mereka memasang mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan juga mantan Walikota Jakarta Selatan (Jaksel) H Harun Al Rasyid untuk duduk di nomor urut satu calon legislatif.
Partai Damai Sejahtera (PDS) kali ini menempatkan nama ketua umumnya, Ruyandi Hutasoit di nomor urut calon legislatif. PKPI memasang sutradara film dan sinetron, Adi Surya Abdi pada nomor urut satu calon legislatif. Partai Patriot memasang nama aktor Rico Tampati di nomor urut satu calon lesgislatif. Siapakah yang akan jadi pemenang di Pemilu 2009? Terserah nanti rakyat akan memilih siapa!(atn/litbang pelita)
http://www.hupelita.com/baca.php?id=63086


