Arsip | Seputar PKS

Tags: , ,

Malam-Malam yang Semarak di Kantor DPD PKS Jaktim

Publikasi pada 03 Februari 2009 oleh H. Ahmad Zainuddin, Lc.

DPD PKS Jaktim

DPD PKS Jaktim

Jaktim, Rabu 17/9 - Kantor DPD PKS Jaktim yang terletak di Jalan Sunan Giri, Rawamangun, nyaris tidak pernah sepi dari kegiatan. Bahkan pada hari Rabu, 17/9, kemarin terjadi 4 rapat penting di lokasi tersebut.

Pertama, pada pukul 17.00 - 19.00 berlangsung pertemuan antara aleg DPRD DKI Jakarta dengan jajaran pengurus DPD PKS Jaktim dengan agenda khusus membahas alokasi dana awal yang diperlukan untuk kampanye PKS dengan lingkup Jakarta Timur. Aleg yang hadir adalah Selamat Nurdin, Muhammad Gunawan, dan Maria Ahdiati. Rapat diselingi dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib.

Selanjutnya setelah sholat Isya rapat dilanjutkan dengan rapat internal Badan Pengurus Harian (BPH) DPD PKS Jaktim membahas agenda-agenda rutin pekanan ditambah materi penting, konsep/strategi Pemenangan Pemilu untuk tahap ketiga Oktober - Desember 2008. Tahap ini kita sebut Big Waves. Rapat dihadiri oleh Ketua Dite Abimanyu, Sekretaris Taufik Zoelkifli, Bendahara Caca Cahayaningrat, Ka Subtim Pelayanan Konstituen Astriana BS, Ka Subtim Jaringan Herie Marjanto, Ka Subtim Administrasi Zulkifli AS, dan Ka Subtim Advokasi & Pengamanan Hamid Murroghi.
Sementara itu pada saat yang bersamaan Ka Subtim HRD, Bukhori Jawahir, kedatangan tamu dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS yaitu Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc dan Ustadz Junef, Lc. Sehingga tim HRD bikin agenda sendiri di ruangan lain, membahas masalah yang berkaitan dengan penguatan dan soliditas internal kader PKS Jakarta Timur.

Terakhir dari pukul 9 malam sampai hampir tengah malam, BPH DPD menjalankan rapat koordinasi rutin dengan para ketua DPC. Dalam kesempatan ini hadir Andi Susanto (Ka DPC Kramat Jati), Nahrowi (Ka DPC Jatinegara), Suherna (Ka DPC Makasar), M. Hamdi (Ka DPC Ciracas), Bambang Sabur (Ka DPC Matraman), Rofauddin (Ka DPC Cakung), Rachmad S (Sekum DPC Pulogadung), Ikhwanuddin (mewakili Ka DPC Pasar Rebo). Widya Hartanto (Ka DPC Duren Sawit) terlambat hadir dan DPC Cipayung berhalangan hadir.

Alhasil, pada saat itu, markas DPD terang-benderang sampai malam, dengan deretan motor dan mobil yang diparkir di halaman dan di jalanan sekitar kantor. Tetapi hal ini sebenarnya sudah biasa terjadi. Semangat para kader, terutama para pemegang amanah da’wah di Jakarta Timur, untuk memberikan yang terbaik bagi partai ini, patut diacungi jempol! Allahu Akbar! Tetap Semangat! (mtz)

Comments (0)

Tags: ,

PKS Hadir Sebagai Pelayan Bangsa

Publikasi pada 27 Agustus 2006 oleh H. Ahmad Zainuddin, Lc.

Partai Keadilan Sejahtera

Partai Keadilan Sejahtera

PK-Sejahtera Online: Di tengah krisis multidimensi yang masih melilit bangsa, PKS mencoba hadir sebagai solusi. Perannya dalam membantu sesama yang tengah ditimpa musibah baik di dalam dan luar negeri begitu besar

”Sebuah partai adalah pelayan bangsa.” Amanat inilah yang selalu diungkapkan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ust Hilmi Aminuddin dalam berbagai kesempatan. Tak heran, bila partai dakwah yang berbasis kader ini selalu hadir untuk melayani masyarakat secara optimal dan maksimal.

Di tengah krisis multidimensi yang masih melilit bangsa, PKS mencoba hadir sebagai solusi. Perannya dalam membantu sesama yang tengah ditimpa musibah baik di dalam dan luar negeri begitu besar. Partai dakwah ini selalu hadir dan bergerak cepat untuk meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang menjadi korban bencana.

”PKS akan selalu berusaha membantu masyarakat yang terkena bencana,” ujar Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS, Drs H Musholi. Sebagai pelayan bangsa dan masyarakat, tak heran bila partai berlambang bulan sabit emas ini memiliki program terpadu untuk mengatasi dan membantu masyarakat dalam bidang kesehatan, sosial, pendidikan, seni budaya dan pelajar serta mahasiswa.

Menurut Musholi, program terpadu itu bernama Program Pelayanan Rakyat Adil dan Sejahtera (Program PRAS). Program ini dilakukan PKS dengan memadukan empat departemen yang dimilikinya, yakni Pendidikan dan SDM, Kesehatan dan Sosial, Kemahasiswaan, serta Seni & Budaya.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Bidang Kesra PKS selalu bersinergi dengan bidang lainnya seperti Bidang Kewanitaan dan Bidang Pembinaan Pemuda. Menurut Musholi, kolaborasi beberapa bidang itu telah menggelar berbagai aksi sosial di masyarakat. ”Malah, aksi sosial ini sudah sampai di tingkat desa / kelurahan,” paparnya.

Program satu atap ini, papar Musholi, mencoba memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat yang kurang beruntung. Program riil yang digulirkan antara lain, pemberian beasiswa bagi siswa tak mampu, membantu penyediaan alat tulis dan belajar. Tak cuma itu, PKS pun bergerak ke kantong-kantong kemiskinan untuk memberikan pelayanan kesehatan.

”Karena kemiskinan yang hebat, maka pelayanan kesehatan menjadi terabaikan,” imbuhnya. Dalam bidang sosial lainnya, PKS pun terbiasa menggelar acara khitanan masal dan pembagian sembako. Malah, partai dakwah ini pun tak pernah henti untuk memberi penyuluhan dan pemberdayaaan kepada masyarakat.

Sebagai partai politik, PKS pun tak melupakan seni budaya. Sebab, menurut Musholi, seni adalah bagian dari kehidupan. Partai yang satu ini memberi perhatian khusus terhadap musik alternatif yang kini sangat digemari masyarakat di Tanah Air. Apalagi, kalau bukan nasyid. ”Kami telah membentuk Asosiasi Nasyid Nusantara. Dengan begitu semua grup nasyid bisa tergabung dalam satu wadah,” paparnya.

Perhatian PKS terhadap nasib dan masa depan pelajar dan mahasiswa pun sangat tinggi. Tak heran bila kemudian muncul istilah trilogi. ”Kita ingin para pelajar dan mahasiswa memahami pentingnya kompetensi akademisnya, karena mereka harus jadi profesional,” tandasnya. Tak hanya itu, PKS pun mencoba mengajak kaum terdidik ini untuk memahami kondisi sosial politik. Sebagai kader penerus bangsa, PKS pun mengajak para mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan dakwah.

Bidang Kesra PKS, tutur Musholi, telah membangun suatu paradigma. ”Salah satu penyebab kemiskinan adalah korupsi,” ucapnya. Secara struktural, kata dia, kemiskinan terjadi karena korupsi yang hebat. Lewat berbagai kegiatannya, PKS selalu mengkampanyekan perang terhadap korupsi. Untuk melawan korupsi, paparnya, diperlukan perlawanan yang massif dan merata dari
seluruh masyarakat. Korupsi dipandang sebagai subtansi masalah di negeri ini.

PKS pun tak hanya memberi ikan kepada masyarakat, namun juga kail. Menurut Musholi, PKS memberi perhatian yang besar terhadap nasib, petani, nelayan dan kaum buruh yang terus termarjinalkan secara ekonomi. Untuk itu, bidang Kesra dan Bidang Ekuintek PKS mencoba memberdayakan kalangan petani, nelayan dan buruh melalui usaha kecil menengah (UKM). ”Inilah
kekuatan sektor ekonomi kita,” tandasnya.

PKS pun begitu peduli dengan masalah pendidikan. Tak heran, bila PKS selalu menggaungkan perlunya Pendidikan Untuk Semua (PUS). Pihaknya, kata Musholi, akan terus mendesak pemerintah untuk mewujudkan amanat UUD 1945 hasil amandemen, bahwa anggaran pendidikan
adalah 20 persen dari APBN dan APBD.

”Kami akan terus mendesak kepada pemerintah untuk melaksanakan amanat UUD itu,” ungkapnya. Menurut dia, jika saja amanat itu diwujudkan pemerintah, maka akan banyak perubahan yang terjadi pada bangsa ini. PKS berharap agar pemberdayaan guru menjadi prioritas. Sebab, kata Musholi, guru adalah tulang punggung pendidikan.

Untuk melayani masyarakat secara optimal, PKS harus tampil sebagai partai dakwah yang kokoh. Menurut Ketua Bidang Pembinaan Kader DPP PKS, Ahmad Zainuddin, PKS akan selalu menjadi partai kader yang berbasis massa. PKS adalah partai kader, namun kader harus mampu mengelola basis massa. Saat ini, PKS memiliki sekitar 400 ribu kader di seluruh Indonesia.

”Bagi PKS kader merupakan aset dan modal utama. Pada pemilu 2004 kita memiliki 8,35 juta suara sebagai modal,” imbuh Ahmad. Kader yang ada saat ini terus dikembangkan baik dari sisi kuantitas dan kualitas. Tak heran, bila tahun 2006-2007, PKS menargetkan pertambahan kader baru mencapai 300 ribu orang. Pada 2009, jumlah kader PKS ditargetkan bertambah hingga tiga kali lipat dari jumlah kader yang ada saat ini.

Presiden PKS, Tifatul Sembiring juga mengatakan pentingnya program pengembangan kader. Menurutnya, diperlukan sebuah terobosan untuk mempercepat terbentuknya kader yang berkualitas. Ini tentu sangat penting, sebab pasca Pemilu 2004, imbuh Tifatul, sangat banyak sekali kader terbaik PSK yang terserap dan berkiprah di parlemen maupun birokrasi.

PKS kini mulai melirik dan memberi perhatian pada kaum marjinal seperti Petani, Nelayan dan Buruh. Kalangan ini kini mulai diraih untuk dijadikan kader partai yang tangguh dan berkualitas. Tahun ini, PKS mencanangkan sebagai Tahun Pembinaan dan Pelayanan. Semua itu dilakukan untuk melayani masyarakat dan bangsa.

Comments (0)

Tags: , ,

Kunjungan BPK DPP ke DPD JakSel

Publikasi pada 15 Mei 2006 oleh H. Ahmad Zainuddin, Lc.

PKS JakselPKS JakSel : Menjelang Musda, DPD PKS JakSel mendapatkan kehormatan sekaligus PR dari BPK (Bidang Pembinaan Kader) DPP PKS. Memperoleh kehormatan karena pada hari Sabtu (13/5) Tim BPK DPP mengunjungi pengurus DPD, ketua DPC, dan Kaderisasi DPC di Wisma Sejahtera, Cilandak. Sementara PR (Pekerjaan Rumah) yang diberikan adalah seputar target penambahan kader di JakSel. Tidak tanggung-tanggung target yang diberikan adalah merekrut dan membina 22.500 kader baru dalam rentang waktu kurang dari 2 bulan (Mei-Juni).

Dalam pengantarnya, Ketua BPK DPP Ahmad Zainuddin, Lc. memberikan motivasi tentang urgensi tarbiyah dalam kehidupan kader. Beliau menceritakan kisah Abbas Asisi, salah seorang dai yang membuka lahan dakwah di Eropa. Saat mengunjungi sebuah kampus, Abbas Asisi ditanya seorang mahasiswa apa yang harus dilakukannya. Maka ia menjawab : “pertama Tarbiyah, kedua Tarbiyah, ketiga Tarbiyah, keempat Tarbiyah,…dst, barulah yang kesepuluh politik.

Di sesi kedua, Anis Byarwati, S.Ag., memaparkan tentang target DPP di tahun 2006 untuk merekrut 400 kader baru. Batas akhirnya adalah bulan Juni sebagai akhir Tahun Konsolidasi. Selanjutnya, Juli 2006 — Juni 2007 dicanangkan sebagai ‘Am Tarbawi (Tahun Pembinaan). Anis juga menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan BPK DPP ke DPD JakSel merupakan perjalanan terakhir yang dilakukan di wilayah DPW DKI. (gustam)

http://www.pks-jaksel.or.id/Article881.html

Comments (0)